Kamis, 5 November 2026
B. Lampung: 29°C

Isu HAM Ramai di Ruang Digital, Masyarakat Lampung Diingatkan Tidak Terburu-buru Menarik Kesimpulan

Melalui media sosial, informasi mengenai suatu peristiwa dapat menyebar dalam waktu singkat. Foto, video, pernyataan, hingga potongan pemberitaan dapat dengan mudah diteruskan dari satu akun ke akun lainnya dan kemudian menjadi perhatian publik.

Redaksi Ruang Narasi Lampung
Redaksi Ruang Narasi Lampung
Selasa, 22 September 2026 • 09.28 WIB
2 menit membaca 100 kali dibaca
Isu HAM Ramai di Ruang Digital, Masyarakat Lampung Diingatkan Tidak Terburu-buru Menarik Kesimpulan
Foto: Arsip Dokumentasi Redaksi Ruang Narasi Lampung Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG — Ruang digital di Provinsi Lampung kembali diwarnai beragam informasi yang membahas isu hak asasi manusia atau HAM sepanjang September.

Melalui media sosial, informasi mengenai suatu peristiwa dapat menyebar dalam waktu singkat. Foto, video, pernyataan, hingga potongan pemberitaan dapat dengan mudah diteruskan dari satu akun ke akun lainnya dan kemudian menjadi perhatian publik.

Namun, di tengah derasnya arus informasi tersebut, masyarakat perlu memastikan bahwa informasi yang diterima memiliki sumber dan konteks yang jelas.

Sebuah foto atau video yang beredar di media sosial tidak selalu memberikan gambaran secara utuh mengenai suatu peristiwa. Demikian pula dengan potongan pernyataan yang dapat menimbulkan pemahaman berbeda apabila dipisahkan dari konteks aslinya.

Karena itu, masyarakat Lampung diharapkan tidak menjadikan informasi yang sedang viral sebagai satu-satunya dasar dalam menilai sebuah peristiwa.

Sebelum membagikan informasi, masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah sederhana. Mulai dari memeriksa sumber awal, memastikan waktu dan lokasi kejadian, menelusuri kronologi, hingga membandingkannya dengan informasi dari sumber lain yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hal yang tidak kalah penting adalah membedakan antara fakta, opini, dan dugaan. Informasi yang belum terkonfirmasi sebaiknya tidak disampaikan seolah-olah merupakan fakta.

Sikap kritis bukan berarti menolak informasi, melainkan memastikan informasi tersebut dipahami secara utuh sebelum diterima dan disebarluaskan.

Di tengah meningkatnya penggunaan media sosial di Lampung, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kualitas ruang digital. Satu unggahan yang dibagikan tanpa verifikasi dapat menimbulkan kesalahpahaman, sementara informasi yang disampaikan secara akurat dapat membantu masyarakat memahami suatu persoalan secara lebih objektif.

Isu HAM merupakan persoalan serius yang membutuhkan informasi yang akurat dan bertanggung jawab.

Karena itu, mari gunakan ruang digital secara bijak.

Jangan terburu-buru percaya karena informasi sedang viral. Jangan terburu-buru membagikan sebelum mengetahui kebenarannya.

Periksa sumbernya, pahami konteksnya, dan pastikan faktanya.

Dari Lampung, mari bersama menjaga ruang digital tetap sehat, kritis, dan bertanggung jawab.

Sebarkan Berita

Bagikan Liputan Ini

Dukung jurnalisme berimbang dengan membagikan ke rekan dan kerabat

WhatsApp
Redaksi Ruang Narasi Lampung
Penulis Artikel

Redaksi Ruang Narasi Lampung

Redaksi Utama Ruang Narasi Lampung, mengawal jurnalisme berimbang dan berwibawa.

Liputan Terkait Rubrik Bandar Lampung

Lihat Semua →
Tautan artikel berhasil disalin ke clipboard!